Kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah merupakan salah satu kota metropolitan yang telah dikenal sejak dulu. Berbagai peninggalan sejarah dan keberadaan kota lama yang syarat dengan sentuhan artistik masih terjaga dan menjadi keunggulan kota Semarang. Multikulturalisme yang melekat pada kota semarang menjajikan pengalaman berwisata yang berbeda. Kekayaan etnik dan ras tidak hanya melahirkan nilai budaya dan kesenian yang unik. Akulturasi budaya ini juga menghasilkan seni kuliner yang bervariasi.
Dalam rangka meningkatkan kepariwisataan kota Semarang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang memfasilitasi media informasi digital. Melalui Digital booklet Semarang Tour Pad“Semartpad”kita bisa lebih mengenal berbagai potensi pariwisata kota Semarang. Digital Booklet ini menggabungkan artikel dan video yang berisi informasi kepariwisataan mulai dari obyek wisata, budaya, kesenian, kuliner, serta berbagai inforamasi lainnya yang dapat memudahkan wisatawan yang berkunjung di kota Semarang.
Digital booklet ini dapat diakses dengan mudah melalui laptop atau gadget anda yang berbasis windows dan minimal ditunjang dengan adobe flash player 10.0. Untuk Mendownload SEMARTPAD klik disini
Semarang Night Carnival 2012
Written by Administrator
Friday, 13 April 2012 03:55
Pemilihan Denok Kenang Tahun 2012
Written by Administrator
Wednesday, 21 March 2012 16:15
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang akan menggelar Pemilihan Denok Kenang Tahun 2012 yang grandfinalnya akan dilaksanakan tanggal 16 Mei 2012 di Hotel Horison Semarang. Adapun persyaratan peserta sebagai berikut :
Foto Poscard 4 R Close Up dan Seluruh badan (masing-masing 1 (satu) lembar)
Foto ukuran 4 x 6 sebanyak 1 (satu) lembar
Foto Copy KTP
Surat Ijin dari Sekolah/Akademi/Perguruan Tinggi
Surat Ijin Orang Tua
Mengisi Biodata Peserta
Membuat tulisan singkat tentang Wisata Kota Semarang 1 (satu) lembar folio ditulis tangan (pengumpulan pada saat audisi).
Wajib mengikuti Seluruh kegiatan apabila terpilih menjadi Finalis Denok Kenang 2012 dan menaati tata tertib yang berlaku dari awal sampai akhir penyelenggaraan Pemilihan Denok Kenang.
Membuat tulisan singkat tentang Wisata Kota Semarang 1 (satu) lembar folio ditulis tangan (pengumpulan saat audisi).
Wajib mengikuti Seluruh kegiatan apabila terpilih menjadi Finalis Denok Kenang 2012 dan menaati tata tertib yang berlaku dalam penyelenggaraan Pemilihan Denok Kenang.
PELATIHAN PENGISIAN APLIKASI ONLINE DATA STATISTIK HUNIAN HOTEL
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan mempermudah pengiriman data statistik kepariwisataan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang membuat aplikasi yang dapat diakses secara online sehingga para pelaku usaha yaitu Hotel dan Obyek Wisata dapat mengirimkan data hunian hotel dan data pengunjung obyek wisata dengan lebih cepat dan akurat. Untuk itu pada hari kamis, tanggal 23 Februari 2012 bertempat di Gedung D Ruang Laboratorium Komputer , Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengadakan pelatihan pengisian aplikasi online yang diikuti petugas hotel di Kota Semarang.
Hadir dalam pelatihan ini adalah Dyah Ari (Hotel Ciputra), Sri Sulistyowati (Santika Primiere), M Yunus (Patra Jasa), Dea Yulyana (Gumaya), Noor Fadjriyah (Horison), ST Sariyanti (Metro Hotel), Sotya (Pondok Serrata), Dwi Rahayu (Puri Garden), M Andy Fadian (Semesta), Andre Binawan ( Ibis). Maharani (Grasia Mulia Putra), dan UUN Iwan Bintoro (Siliwangi).
Acara dibuka kepala Seksi Informasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mewakili Kepala Dinas yang tidak bisa hadir. Dalam sambutan disampaikan bahwa dengan pelatihan ini didapatkan kemudahan pengiriman data secara online dari hotel maupun obyek wisata secara akurat tidak menggunakan cara konvensional lagi.
Acara pelatihan diawali dengan penyamaan persepsi tentang pentingnya data statistik hotel untuk perkembangan kepariwisataan khususnya di Kota Semarang. Fasilitator dalam acacara tersebut menjelaskan bahwa penyusunan statistik mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut :
-Adanya data kuantitatif sektor pariwisata
-Adanya data yang bersifat serial dan akurat serta up to date sehingga dapat diketahui perkembangan pariwisata di Kota Semarang
-Teridentifikasinya data potensi DTW dan wisatawan di Kota Semarang
-Terwujudnya DTW di Kota Semarangyang layak saing dan layak jual ke pasar wisatawan
-Terwujudnya peningkatan jumlah kunjungan, lama tinggal dan belanja wisatawan mancanegara di Kota Semarang.
Dengan demikian ketersediaan data statistik kepariwisataan akan sangat membantu pemerintah dalam menentukan skala prioritas dan pengambilan kebijakan di sektor pariwisata.
Pelatihan selanjutnya yaitu cara pengisian aplikasi online data statistik hotel oleh masing-masing operator hotel yang hadir. Data yang di upload dengan cara mengisi data induk hotel, jumlah tenaga kerja, perijinan, fasilitas hotel dan hunian hotel.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 50 Th 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional, Jawa Tengah Memiliki 4 Destinasi Pariwisata Nasionalyaitu Borobudur-DIY, Semarang-Karimunjawa, Solo–Sangiran dan Nusakambangan–Pangandaran. Hal tersebut juga didukung oleh Keragaman Produk Budaya dan Pariwisata yang diakui duniameliputi sejarah, seni, religi, buatan, pegunungan, pantai, heritage, kuliner, dan lain – lain. Saat ini Pemerintah Propinsi Jawa Tengah juga telah membangun infrastruktur yang makin baik antara lain jalan Tol Semarang – Solo, Appron dan Terminal Baru Bandara A. Yani, Pelabuhan Tanjung Emas, Waduk Jatibarang dan Kolam retensi. Berdasarkan alasan diatas maka Pemerintah Propinsi Jawa Tengah menetapkan tahun 2013 sebagai Tahun Kunjungan Wisata atau lebih dikenal dengan VISIT JATENG 2013.
Slogan Visit Jateng 2013 : “More than friendly”
MasyarakatJawa Tengah dikenaldengan keramahan, keterbukaan,suka menolong, dan toleran. Karakter tersebut menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung.Dengan Slogan tersebut muncul kerinduan suasana "kebersamaan", kebersaudaraan, dan sikap mengasihi yang tulus. Kriteria yang digunakan dalam menentukan slogan ini adalah merepresentasikan masyarakat Jawa Tengah yang “semanak”, unik, memiliki konotasi positif,berkelanjutan, mudah diingat dan diucapkan, memiliki mono persepsi.
Visualisasi pasangan lelaki dan perempuan yang menari adalah sebuah terjemahan bebas atas konsep “Loro Blonyo” yang diyakini oleh masyarakat Jawa Tengah sebagai lambang keharmonisan, kemakmuran, dan kerukunan dalam segala dimensi. Keduanya tampil energik dengan paduan warna pastel yang terang sebagai pencitraan semangat dan kegairahan komunal. Mereka bergerak dalam kedinamisan yang penuh dengan suka cita. Logo ini sebagai implementasi semangat “More than friendly” yang menyiratkankentalnya sebuah persaudaraan dan kegembiraan.
Pemilihan karakter :
Melambangkan sesuatu yang hidup, burung kepodang yang merupakan salah satu fauna khas Jawa Tengah. Burung Kepodang sudah dikenal masyarakat Jawa Tengah secara luas mempunyai makna filosofi yang tinggi. Bagi masyarakat Jawa Tengah, burung Kepodang melambangkan kekompakan, keselarasan dan keindahan budi pekerti sekaligus juga melambangkan anak atau generasi muda.
Pemilihan pose/sikap maskot :
•Wajah yang tertawa jenaka, ramah dan bersahabat sesuai dengan tag line visit Jawa Tengah 2013 “More than friendly” .
•Sikap badan yang membungkuk mencerminkan sikap menghormati masyarakat Jawa Tengah kepada tamu atau wisatawan.
•Tangan kiri yang melambai dengan telapak terbuka diartikan dengan ramah memanggil atau mengundang wisatawan untuk datang berwisata ke Jawa Tengah.
•Tangan kanan yang mengacungkan ibu jari melambangkan sikap masyarakat Jawa Tengah yang dengan sopan dan santun sesuai adat dan kebudayaannyamengungkapkan “sugeng rawuh di Jawa Tengah” (selamat datang di Jawa Tengah), “Welcome To Central Java” kepada para wisatawan.
Pemilihan Busana :
•Busana tradisional adat Jawa Tengah yang gagah dan berwibawa.
•Atasan beskap berbahan tenun lurik merupakan baju khas Jawa Tengah yang merupakan warisan budaya dan saat ini sedang digalakkan pelestariannya sebagai salah satu produk unggulan Jawa Tengah.
•Bawahan kain batik bermotif kawung mencerminkan sikap kesederhanaan tetapi mengandung nilai seni budaya yang tinggi dari masyarakat Jawa Tengah.
•Blangkon di kepala, selop hitam dan keris model ladrangan melengkapi busana adat masyarakat Jawa Tengah yang penuh makna filosfis dan budaya.
Pemilihan Warna :
•Warna kulit yang kuning keemasan selain sesuai dengan warna burung kepodang dan memiliki makna simbolis dari kemegahan Jawa Tengah.
•Warna maskot didominasi oleh warna merah, kuning, hitam dan putih sesuai dengan filosofi Jawa.
Berbagai persiapan sudah dilakukan dengan meningkatkan sarana prasarana di obyek – obyek wisata, promosi ke dalam dan luar negeri, media cetak dan elektronik dan , even-even. Program visit Jateng juga sudah disosialisasikan melalui pertemuan dengan kabupaten/Kota se Jateng. Mari kita dukung program VISIT JATENG 2013 agar terlaksana dengan sukses dan menimbulkan multiplayer efek untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.